Heihooo!!
tak terasa,sudah setengah tahun tak bercuap-cuap disini
si admin sedang kehilangan mood untuk menulis selama semester 3,haha
mengapa begitu?? yak, jelas karena semester 1 dan 2 yang masuk dalam tahap persiapan, sangat berbeda dengan semester 3 keatas yang masuk dalam tahap sarjana...
pastinya, tahap sarjana lebih cetaar membahana badai daripada tahap persiapan
tekanan dan beban tugas serta beban mental lebih greget di tahap sarjana
*muncul-muncul langsung berubah jadi alay* XD
mungkin akunya yang nekat kali ya, dari yang biasanya cuma ambil 18 sks, langsung ambil 23 sks di semester 3,biar greget, haha
keteteran?? so pasti :)
tapi Alhamdulillah, aku punya tim dan teman-teman yang ciamik punya, sehingga penderitaan keteteran tidak begitu menyiksa :D
yaaah, seberat apapun semester 3, yang penting itu semua sudah berlaluuu~~~ yeeeeey!!! XD
hari ini fix semua nilai mata kuliah keluar di integra!!!
Alhamdulillah, walaupun IP turun di tahap 1 sarjana ini, seenggaknya nggak sampai terjun bebas, hehe *terimakasih banyak ya Allah* :D
dan ada beberapa hal yang bisa aku ambil dari semester 1-3 :
pertama, kuliah itu nggak sekedar dapet nilai bagus,
nilai bagus tapi skill g ada, sama aja bohong
kedua, kuliah itu nggak cuma sekedar baik di pelajaran,
bersosialisasi dengan banyak orang itu penting, selain melatih kemampuan berbicara di depan banyak orang, punya banyak 'channel' itu juga sangat membantu dalam berbagai hal
ketiga, punya tim atau kelompok dengan orang-orang yang tepat itu kunci kesuksesan memahami dan menyelesaikan sebuah mata kuliah
haha, beneran ini
ketika kapasitas seorang diri tak cukup untuk mengerjakan seluruh hal dalam suatu tugas kelompok dengan baik, teman sekelompoklah yang menentukan
keempat, walaupun nggak punya tim yang ciamik, ada satu hal penting yang bisa didapat
apa itu?? skill :)
yak, karena 'dikhianati', akhirnya mau nggak mau, rela nggak rela, harus bisa mengerjakan quest kerja kelompok dari sang dosen sendirian
hasilnya? semua pengetahuan selama mengerjakan tugas/quest dapat dimiliki dari awal sampai akhir (karena tidak ada pembagian tugas)
sedikit sakit hati awalnya, namun setelah menyadari ini, malah jadi merasa beruntung, wkwk
kelima, konsisten itu nggak mudah!!!
konsisten jualan, konsisten menetapkan niat, dan konsisten-konsisten yang lainnya
benar-benar harus ada tekad yang kuat, dan sepertinya tekad itu belum benar-benar melekat pada diri saya,
masih saja kalah sama ego dan rasa malas, hiks T.T
keenam, dan yang paling penting,
sesibuk apapun kamu di dunia perkuliahan dan organisasi, yang terpenting tetap keluarga
jangan sampai mengesampingkan keluarga hanya karena alasan sibuk di dunia perkuliahan :) *sangat berlaku bagi yang kuliahnya tidak merantau*
aaah, luar biasanya kehidupan yang diberikan oleh Allah
banyak rasa, banyak cerita :)
sampai postingan ini berhasil terpublish pun, masih terngiang di kepala :
"NIKMAT TUHAN MANAKAH YANG KAU DUSTAKAN?"
:)
tentu sama sekali tak ada satupun nikmat Tuhan yang bisa aku dustakan
rasa sakit, sedih, gembira, semua adalah kenikmatan jika bisa mengerti tujuan adanya rasa tersebut
ya, intinya harus bersyukur tiap waktu kan?
tidak mungkin Allah Yang Maha Perkasa menciptakan sesuatu tanpa tujuan :)
okee, selamat liburan bagi mahasiswa yang sedang liburaan
have a nice holidaay~~ :D
w/ robe
ZW ^.^
Senin, 21 Januari 2013
Senin, 11 Juni 2012
ALL ABOUT SFB2 -PART4-
Yak, ini adalah edisi terakhir dari ALL ABOUT SFB2
Langsung dimulai aja yuuk :)
Langsung dimulai aja yuuk :)
Saran untuk dosen pengampu, asisten praktikum, materi???
Untuk Bu Raras, selaku dosen pengampu SFB2 untuk kelas saya (kelas A), saya rasa sudah cukup baik dalam membimbing kami, mahasiswa kelas A untuk materi SFB2. Materi learn and do –nya sangat mengena dan membuat saya tidak bisa fokus ke lain hati, eh, lain matkul selama mengikuti matkul ibu.
Penyemangat dari ibu, yaitu oleh-oleh dari berbagai negara, membuat kami bersemangat mengerjakan tugas presentasi,walaupun pada akhirnya saya tidak mendapatkan oleh-oleh tersebut karena presentasi..hehe. Terima kasih Bu souvenirnya, ternyata saya mendapatkan gantungan kunci gajah bertuliskan Thailand. Wah, bakal ingat bu Raras terus nih tiap kali lihat gantungan itu (eciyee Xp).
Saran saya untuk ibu (dan materi), learn and do jangan sampai dilewatkan untuk setiap materi untuk pelajaran ibu. Mengapa? Karena kalau pelajarannya berat, saya pastikan perhatian mahasiswa akan teralih ke hal yang lain :p.
Penyemangat dari ibu, yaitu oleh-oleh dari berbagai negara, membuat kami bersemangat mengerjakan tugas presentasi,walaupun pada akhirnya saya tidak mendapatkan oleh-oleh tersebut karena presentasi..hehe. Terima kasih Bu souvenirnya, ternyata saya mendapatkan gantungan kunci gajah bertuliskan Thailand. Wah, bakal ingat bu Raras terus nih tiap kali lihat gantungan itu (eciyee Xp).
Saran saya untuk ibu (dan materi), learn and do jangan sampai dilewatkan untuk setiap materi untuk pelajaran ibu. Mengapa? Karena kalau pelajarannya berat, saya pastikan perhatian mahasiswa akan teralih ke hal yang lain :p.
Untuk asisten praktikum, mungkin perlu persiapan lagi sebelum praktikum. Mungkin harus dicek dulu satu-persatu Accurate di tiap komputer yang ada di lab sebelum diadakan praktek, karena di awal praktikum hal tersebut membuat waktu praktikum tersita cuku0p banyak.
Lainnya???
Selain ingin berterimakasih atas souvenir yang diberikan Bu Raras, saya juga berterima kasih atas ilmu yang sudah diberikan kepada kelas A dengan sangat-sangat sabar. Saya masih ingat bagaimana ‘buntunya’ saya dan sebagian teman-teman saya ibu beri materi, namun ibu tetap mau menjelaskan dengan sabar.
Ibu juga mau memahami kondisi saya dan teman-teman jika ada sesuatu yang tak diprediksi datang (ada kuliah tamu PSI, sehingga ibu harus mengundur jam kuliah ibu), hiks, jadi terharu, saya masih ingat bagaimana sabarnya Ibu saat saya bertanya sesuatu. Dan akhir kata, Saya juga ingin minta maaf kepada Bu Raras jika saya kurang bisa optimal dalam mengikuti matkul dair Bu Raras.
Ibu juga mau memahami kondisi saya dan teman-teman jika ada sesuatu yang tak diprediksi datang (ada kuliah tamu PSI, sehingga ibu harus mengundur jam kuliah ibu), hiks, jadi terharu, saya masih ingat bagaimana sabarnya Ibu saat saya bertanya sesuatu. Dan akhir kata, Saya juga ingin minta maaf kepada Bu Raras jika saya kurang bisa optimal dalam mengikuti matkul dair Bu Raras.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada asprak yang mau ditanya seputar materi akuntansi di luar jam matkul SFB2. Saya juga minta maaf kepada asprak jika ada tindakan-tindakan saya dan teman-teman yang mungkin kurang berkenan bagi para asprak.
Akhir kata, Xie-xie buat semuanyaa, semoga ilmu yang saya dapatkan bisa saya gunakan sebaik-baiknya. :)
ALL ABOUT SFB2 -PART3-
Lanjut lagi ALL ABOUT SFB2 nyaa :)
Kali ini kita akan membahaas...
Kesulitan selama perkuliahan mungkin karena faktor waktu, karena SFB2 ini dijadwalkan pada sore hari maka sering sekali sebagian besar mahasiswa, termasuk saya, sudah merasa capek dan konsentrasi pun kurang.
Berbeda dengan SFB1 yang dulu dijadwalkan pagi, sehingga kami masih dalam keadaan fresh dalam menerima materi. Kesulitan lain adalah saat menerima sebuah materi dari presentasi teman. Jujur saja, tidak banyak yang saya tangkap saat itu, sehingga untuk materi anggaran memang kebanyakan saya belajar sendiri di rumah.
Kali ini kita akan membahaas...
Tingkat motivasi maupun kesulitan selama perkuliahan???
Motivasi saya untuk mengikuti perkuliahan ini, jujur saja, tidak begitu besar, hehe. Berhubung saya dari jurusan IPA selama SMA, dan dengar-dengar dari jurusan IPS bahwa materi anggaran, akuntansi, dan kawan-kawan ini ‘sedikit’ susah, maka sebenarnya motivasi saya tidak terlalu terbangun tinggi.
Namun, setelah tahu apa itu SFB2, dan manfaatnya bagi pengelolaan keuangan yang mungkin dibutuhkan untuk diri saya sendiri, motivasi saya otomatis naik. Mengapa? Karena ternyata saya baru sadar, saya masih belum tahu apa itu buku besar (yang dari dulu membuat saya penasaran), hahaha :p. Ya, konyol memang, namun memang hal itu yang membuat rasa penasaran saya terhadap SFB2 meningkat.
Buku besar? Ya, motivasi saya sangat tinggi untuk mengikuti perkuliahan ini di materi akuntansi. Dan ternyata memang tidak meleset, hal yang paling menarik dari perkuliahan ini adalah pembahasan mengenai akuntansi.
Namun, setelah tahu apa itu SFB2, dan manfaatnya bagi pengelolaan keuangan yang mungkin dibutuhkan untuk diri saya sendiri, motivasi saya otomatis naik. Mengapa? Karena ternyata saya baru sadar, saya masih belum tahu apa itu buku besar (yang dari dulu membuat saya penasaran), hahaha :p. Ya, konyol memang, namun memang hal itu yang membuat rasa penasaran saya terhadap SFB2 meningkat.
Buku besar? Ya, motivasi saya sangat tinggi untuk mengikuti perkuliahan ini di materi akuntansi. Dan ternyata memang tidak meleset, hal yang paling menarik dari perkuliahan ini adalah pembahasan mengenai akuntansi.
Kesulitan selama perkuliahan mungkin karena faktor waktu, karena SFB2 ini dijadwalkan pada sore hari maka sering sekali sebagian besar mahasiswa, termasuk saya, sudah merasa capek dan konsentrasi pun kurang.
Berbeda dengan SFB1 yang dulu dijadwalkan pagi, sehingga kami masih dalam keadaan fresh dalam menerima materi. Kesulitan lain adalah saat menerima sebuah materi dari presentasi teman. Jujur saja, tidak banyak yang saya tangkap saat itu, sehingga untuk materi anggaran memang kebanyakan saya belajar sendiri di rumah.
Kesan selama mengikuti kuliah SFB2 adalah, saya jadi tahu apa itu buku besar, hahaha. Yap, itu adalah salah satunya, namun bukan itu poin terpentingnya.
Kesan yang paling ‘mendalam’ adalah saya yang tidak tahu apa-apa (buta sama sekali, karena memnag di tingkat pendidikan sebelunbya belum pernah diajarkan sama sekali) mengenai apa itu anggaran, akuntansi, analisa keuangan dan istilah-istilah seperti itu di awal perkuliahan, menjadi paling tidak tahu dan paham (lebih tepatnya terbiasa karena telah mengerjakan berbagai tugas) dengan materi-materi tersebut. Benar, itu adalah poin perubahan utama yang saya rasakan.
Kesan yang paling ‘mendalam’ adalah saya yang tidak tahu apa-apa (buta sama sekali, karena memnag di tingkat pendidikan sebelunbya belum pernah diajarkan sama sekali) mengenai apa itu anggaran, akuntansi, analisa keuangan dan istilah-istilah seperti itu di awal perkuliahan, menjadi paling tidak tahu dan paham (lebih tepatnya terbiasa karena telah mengerjakan berbagai tugas) dengan materi-materi tersebut. Benar, itu adalah poin perubahan utama yang saya rasakan.
=====================================================================
ALL ABOUT SFB2 part berikutnya akan sangat menarik karena di part 4, akan ada sedikit curahan hati dari saya, ceileh :p .. sengaja saya pisah karena memang topiknya memang sangat khusus alias spesial...so, don't miss it :)
ALL ABOUT SFB2 part berikutnya akan sangat menarik karena di part 4, akan ada sedikit curahan hati dari saya, ceileh :p .. sengaja saya pisah karena memang topiknya memang sangat khusus alias spesial...so, don't miss it :)
ALL ABOUT SFB2 -PART2-
Okee, kita lanjut cuap-cuap mengenai ALL ABOUT SFB2 :)
Bersama-sama bagaimana? Yak, semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan pada hari diadakan mengerjkana latihan bersama mendapat giliran untuk maju dan mengerjakan soal. Alhasil, tentu selama kuliah berlangsung semua mahasiswa yang mengikuti pembelajaran SFB2 harus tetap fokus bila ingin bisa menjawab bila ternyata ada latihan bersama.
Yak, satu-satunya kuliah yang benar-benar mengalihkan “dunia” saya pada saat mengikutinya adalah, SFB2. Mengapa? Sekali tidak fokus, akan ketinggalan banyak. Jadi, say no to malas-malasan selama SFB2. Suasananya santai, apalagi umur Bu Raras masih tak tersangkut jauh dengan mahasiswanya, jadi suasana bisa lebih akrab, namun memang materi yang dipelajari sangat berbobot (seperti lihat film Inception, sekali hilang fokus ke film, bingung deh sama filmnya :p).
Proses belajar mengajar???
Proses belajar mengajar yang terjadi di SFB2 ini menurut saya cukup efektif. Mengapa? Karena, dosen pengampu SFB2 yang akrab dipanggil Bu Raras ini, menerapkan sistem “learn and do”.
Tiap materi selalu dibahas satu persatu dengan jelas, lalu tak lupa selalu mengerjakan soal, dan yang paling penting dan tak ketinggalan adalah latihan soal. Latihan soal ini bukan latihan soal yang biasa saja, latihan soal ini benar-benar dikerjakan “bersama-sama”.
Tiap materi selalu dibahas satu persatu dengan jelas, lalu tak lupa selalu mengerjakan soal, dan yang paling penting dan tak ketinggalan adalah latihan soal. Latihan soal ini bukan latihan soal yang biasa saja, latihan soal ini benar-benar dikerjakan “bersama-sama”.
Bersama-sama bagaimana? Yak, semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan pada hari diadakan mengerjkana latihan bersama mendapat giliran untuk maju dan mengerjakan soal. Alhasil, tentu selama kuliah berlangsung semua mahasiswa yang mengikuti pembelajaran SFB2 harus tetap fokus bila ingin bisa menjawab bila ternyata ada latihan bersama.
Yak, satu-satunya kuliah yang benar-benar mengalihkan “dunia” saya pada saat mengikutinya adalah, SFB2. Mengapa? Sekali tidak fokus, akan ketinggalan banyak. Jadi, say no to malas-malasan selama SFB2. Suasananya santai, apalagi umur Bu Raras masih tak tersangkut jauh dengan mahasiswanya, jadi suasana bisa lebih akrab, namun memang materi yang dipelajari sangat berbobot (seperti lihat film Inception, sekali hilang fokus ke film, bingung deh sama filmnya :p).
Mungkin di awal-awal (materi anggaran) masih bisa nyolong-nyolong ngerjain tugas yang lain, karena memang metode penyampaiannya adalah presentasi tiap kelompok (sebenarnya sih juga tidak bisa, karena tiap kali tidak mendengarkan resikonya ya tidak paham dengan materi yang dipresentasikan kawan-kawan saya, hehe). Namun memasuki materi akuntansi dan selanjutnya, aplikasi learn and do benar-benar sangat terasa (dan sama sekali tidak bisa magabut selama pembelajaran berlangsung :p).
Yang sangat berkesan selama pembelajaran SFB2 adalah ujian materi anggaran yang dibuat seperti model Amazing Race yang dulu pernah saya ceritakan pernah diadakan di materi perkuliahan Keterampilan Interpersonal.
Ujian Anggaran? Amazing race? Yak, saya juga bingung saat Bu Raras mengumumkannya untuk pertama kali. Jadii, seperti halnya amazing race, kami harus mengumpulkan clue-clue yang telah disediakan. Tiap clue menuju suatu pertanyaan mengenai anggaran yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan, jika berhasil maka kami akan mendapat stiker sebagai perwakilan pernyataan bahwa kami berhasil. Ada 5 pertanyaan yang harus diselesaikan, jadi tiap soal bernilai 20.
Ujian Anggaran? Amazing race? Yak, saya juga bingung saat Bu Raras mengumumkannya untuk pertama kali. Jadii, seperti halnya amazing race, kami harus mengumpulkan clue-clue yang telah disediakan. Tiap clue menuju suatu pertanyaan mengenai anggaran yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan, jika berhasil maka kami akan mendapat stiker sebagai perwakilan pernyataan bahwa kami berhasil. Ada 5 pertanyaan yang harus diselesaikan, jadi tiap soal bernilai 20.
Dan sebenarnya, yang paling membuat ‘gemas’ selama amazing race ala SFB2 ini adalah saat-saat mencari dosen yang memegang pertanyaan dan stikernya. Wuihh, ada satu dosen yang susah sekali ditemukan, dan tim saya daoat giliran ke dosen tersebut di tengah-tengah rute perjalanan. Waah, benar-benar ‘gemas’ rasanya.
Alhasil, karena ‘kejar-kejaran’ dengan dosean tersebut, tim saya tidak dapat menyelesaikan semua pertanyaan yang ada. Waaah, benar-benar ‘amazing’ race. Baru kali ini keliling kampus, naik turun tangga dengan jumlah tak terhitung, tapi memang terasa lebih seru, hehe. Yah, walaupun tak begitu puas dengan hasilnya, namun tetap saja amazing race ala SFB2 ini mempunyai kesan tersendiri selama saya menuntut ilmu di Sistem Informasi ITS.
Alhasil, karena ‘kejar-kejaran’ dengan dosean tersebut, tim saya tidak dapat menyelesaikan semua pertanyaan yang ada. Waaah, benar-benar ‘amazing’ race. Baru kali ini keliling kampus, naik turun tangga dengan jumlah tak terhitung, tapi memang terasa lebih seru, hehe. Yah, walaupun tak begitu puas dengan hasilnya, namun tetap saja amazing race ala SFB2 ini mempunyai kesan tersendiri selama saya menuntut ilmu di Sistem Informasi ITS.
============================================================
Karena
memang masih banyak yang harus disampaikan, kita lanjut di ALL ABOUT SFB2 part
3 yaaa :)
ALL ABOUT SFB2 -PART1-
Review materi????
Di semester 2 ini, saya mendapat berbagai ilmu baru. Salah satunya adalah materi lanjutan alias penerus dari SFB1, yaitu SFB2. Apa itu SFB2? SFB2 atau Sistem Fungsional Bisnis 2, masih berkutat mempelajari masalah bisnis dan uang, seperti SFB1. Namun, kalau seperti di postingan sebelumnya saya bilang SFB1 belajar mengenai bagaimana membangun sebuah bisnis, naah, SFB2 mempelajari sesuatu yang sangat penting setelah kita mempunyai bisnis. Yak!! Masalah penganggaran dan akuntansi.
Awal pembelajaran, SFB2 ini membahas masalah penganggaran perusahaan. Referensi utama yang kami pakai adalah buku milik Nafarin dengan judul serupa, Penganggaran Perusahaan. Disini kita belajar mengenai berbagai macam dan kategori anggaran. Masih penasaran dengan apa itu anggaran? Oke, akan dibahas secara singkat.
Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Di sisi lain, anggaran juga dapat dikatakan sebagai suatu rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif (umumnya menggunakan satuan uang). Anggaran juga bisa disebut sebagai alat menajemen untuk mencapai tujuan.
Adapun fungsi anggaran adalah untuk membantu manajemen (untuk : perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan), serta sebagai pedoman kerja.
Macam anggaran dapat dibagi menurut dasar penyusunan, cara penyusunan, jangka waktu, dan bidangya, yang tiap macamnya masih memiliki beberapa break down pembahasan lagi.
Ribet?? Eiit, tunggu dulu. Setelah dipelajari ternyata tidak seribet itu kok, malah menurutku menarik karena satu hal berhubungan dengan yang lain .
Lalu di tengah pembelajaran, kami ganti topik pembelajaran. Yak, seperti yang saya bilang sebelumnya, kami juga mempelajari akuntansi di SFB2 ini.
Jangan serem dulu liat namanya, ternyata seru kok kalau sudah dipelajari. Mengapa? Karena belajar akuntansi ibarat bermain puzzle, haha. Beneran deh, mungkin sulit, tapi kalau sudah tau dan paham, akan ketagihan untuk mencoba (entah karena penasaran, atau memang butuh untk mengelola uang). Oke, sebelum banyak berkomentar mengenai akuntansi, mari kita bahas sedikit tentang akuntansi.
Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran, & pelaporan informasi ekonomi. Di sisi lain, akuntansi juga bisa diartikan sebagai informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk pengambilan keputusan. Tujuan diadakannya akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Siapa saja yang membutuhkan akuntansi?? Tentu saja semua orang yang harus mengelola uang, dari ibu rumah tangga, mahasiswa kos, sampai pengusaha.
Nah, itulah yang menarik dari akuntansi, dia dibutuhkan oleh hampir semua orang, khususnya orang-orang yang berkecimpung dengan uang. Akuntansi sangat membantu kia dalam mengelola keuangan.
Di materi akuntansi ada yang berkesan nih. Mengapa? Karena ternyata kami juga diperkenalkan dengan software akuntansi yang bernama Accurate (saya baru tahu ada software untuk akuntansi ternyata, ahaha :p). Disini kami diajari berbagai macam kemudahan yang ditawarkan Accurate dalam membuat sebuah laporan keuangan ataupun transaksi bisnis lainnya.
Lalu di akhir pembelajaran, kami diberi materi tentang analisis keuangan dalam suatu perusahaan. Di pembelajaran kali ini, kita diberi materi tentang bagaimana kita bisa menilai keuangan di suatu perusahaan, apakah keuangan dalam perusahaan itu sehat atau tidak.
Itulah sekilas tentang apa yang saya dapatkan pelajari di matkul SFB2 selama semester 2. :)
Oke, kita lanjut di ALL ABOUT SFB2 part 2 yaa :)
Rabu, 21 Desember 2011
Jurusan Serba Ada
Sistem Informasi ITS adalah jurusan paling unik menurutku. Mengapa? Karena Sistem Informasi ITS adalah satu-satunya jurusan yang memberi berbagai macam ilmu yang mungkin belum tentu ada di jurusan lain.
Jujur, saat pertama kali aku memilih Sistem Informasi ITS sebagai pilihan saat SNMPTN, yang terlintas adalah aku akan belajar pemrograman dan pemrograman, hanya berkutat dengan komputer dan kawan-kawannya.
Namun ternyata kenyataannya jauh dari bayangan awalku. Sistem Informasi ITS tak hanya mengajarkan bagaimana caranya memrogram atau mengoding sesuatu, namun juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang entrepreneur dan pribadi yang unggul.
Entrepreneur? Ya, di semester satu ini aku mendapatkan mata kuliah Sistem Fungsional Bisnis 1 dimana aku dan teman-teman dituntut untuk bisa membuat suatu perusahaan dan menghasilkan suatu produk. Dari mulai membuat nama perusahaan, nama produk, sampai harus membuat produk inovasi yang original dan menarik. Tidak lupa pula kami harus menghitung harga beserta perincian untung ruginya.
Menjadi pribadi yang unggul? Ya, salah satunya adalah dengan adanya mata kuliah Ketrampilan Interpersonal ini. Soft skill kami dilatih habis-habisan disini. Dari bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, menjadi individu yang percaya diri dan berani tampil di depan umum, menjadi individu yang peduli dengan sesama, menjadi individu yang bisa memposisikan diri dengan baik, sampai menjadi individu yang mempunyai karakter yang baik. Tapi yang paling berbeda dari program Ketrampilan Interpersonal adalah adanya senam tiap jumat pagi. Nah ka, tak hanya mengasah soft skill, kesehatan mahasiswa juga terlatih di Sistem Informasi.
Selain itu, ada apa lagi?
Di semester satu ini aku juga mendapatkan mata kuliah MatDis dan AlPro. Apa itu?
MatDis adalah kependekan dari Matematika Diskrit. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa yang dipelajari disini adalah hitung-berhitung. Namun jangan salah, hitung-menghitung di MatDis hanya menjadi nomer sekian. Yang terpenting dalam MatDis adalah bagaimana cara berpikir atau logika kita dalam menyelesaikan suatu masalah. Bukan lagi seperti masa SMA dimana rumus adalah segalanya (jawaban ketemu ya selesai), namun disini lebih ditekankan pada untuk bisa mendapatkan jawaban tersebut,kita menggunakan logika seperti apa. Yak, intinya kami dibiasakan memakai logika untuk memecahkan suatu masalah.
Sedangkan AlPro adalah kependekan dari Algoritma dan Pemograman. Biasalah, mata kuliah yang satu ini berkutat dengan mengoding dan mengoding. Karena aku tidak punya basic mengoding atau menggunakan java sama sekali, jadi ya pelajaran inilah yang menurutku benar-benar baru.
![]() |
Nah, lengkap kan. Bisnis ada, pengenalan teknologi biar tak cupu ada, mengasah logika yang tumpul karena jarang digunakan juga ada. Dan yang paling penting, tak hanya hard skill, namun soft skill juga terasah. Sistem Informasi ITS memang jurusan super lengkap. Semoga Sistem informasi ITS bisa terus meningkatkan kualitas pendidikannya, sehingga akan terus mencetak generasi-generasi pembawa perubahan yang bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dan lebih baik lagi. :)
Senin, 19 Desember 2011
Manajemen Waktu, seperti apakah?
Saat aku sedang asyik membaca buku mentoring dari JMMI, ada suatu bacaan yang menarik tentang manajemen waktu.
Begini isi bacaannya.
“Suatu hari, seorang ahli manajemen waktu berbicara di depan sekelompok mahasiswa dan ia menggunakan ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan para mahasiswa. Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut lebar dan meletakkannya di atas meja. Dia keluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan, kemudian dia letakkan dengan hati-hati batu-batu tersebut ke dalam toples. Ketika batu itu sudah memenuhi sehingga tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk kedalammnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”. Semua mahasiswa serentak menjawab ,”Sudah”. Dia kembali bertanya , “Benarkah?”.
Dari bawah meja dia raih sekeranjang kerikil, lalu dimasukkan kerikil-kerikil tersebut ke dalam toples samnil diguncang-guncangkan hingga mendapat tempat di antara celah batu-batu itu. Kembali ia bertanya pada para mahasiswa, “Apakah toples ini sudah penuh?”. Kali ini para mahasiswa hanya tertegun. “Mungkin belum”, salah seorang mahasiswa menjawab. “Bagus!”, jawabnya.
Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.dia masukkan pasir itu ke dalam toplesdan pasir itu dengan mudah memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan batu. Sekali lagi dia bertanya“Apakah toples ini sudah penuh?”. “Belum” serentak para mahasiswa menjawab. Selanjutnya dia mengambil sebotol air dan menyiramkannya ke dalam toples hingga toples terisi penuh.”
Lalu, apa maksud dari ilustrasi ini?
Kita harus pintar-pintar menyusun jadwalkah? Atau harus pintar-pintar menyisipkan jadwal lain pada jadwal kita yang sudah penuh? Mungkin jawaban-jawaban tersebut memang benar, namun bukan itu maksud sesungguhnya.
Lalu apa?
Jika tidak meletakkan batu besar itu sebagai yang pertama, kita tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali. Jika kita ibaratkan batu besar adalah prioritas dalam hidup kita, sedangkan pasir, kerikil dan air adalah selingannya. Jika mendahulukan hal-hal kecil (selingan) dalam waktumu maka kau hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil. Kamu tidak akan memiliki waktu berharga yang kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidup.
Jadi, selalu lakukan dan perhatikanlah batu-batu besar dalam hidup kita. Jika kita terlalu asyik memasukkan hal-hal yang lebih kecil dalam tabung waktu kita dan lupa untuk memasukkan semua batu-batu besar yang harusnya sudah ada terlebih dahulu, maka kita tidak akan bisa mengefektifkan dan mengefesienkan waktu kita. Mengapa? Waktu yang harusnya bisa gunakan untuk membaut hal-hal yang besar kita gunakan hanya untuk bersenang-senang dengan hal kecil.
Kalau memang perlu, kurangi porsi hal-hal kecil agar hal-hal besar bisa kita capai dalam hidup ini. Karena jika memang kita ingin sukses, kita harus bisa fokus untuk bisa mencapai hal-hal besar dalam hidup. Ingin bisa menjadi manusia sebaik-baiknya manusia kan? Maka, aturlah hidup kita. Jangan sampai ada hal-hal besar yang kita tunda untuk melakukan hal kecil yang kurang berguna.
Minggu, 18 Desember 2011
Gung-Ho, sebuah film tentang Leadership yang dibumbui dengan komedi
Minggu lalu, kuliah praktek KI seruu sekali. Kenapa? Karena lagi-lagi KI diisi dengan menonton film bersama. XD
Nonton film apalagi?
Nah, kalau dulu film yang kami tonton berhubungan dengan masalah sosial, sekarang film yang kami tonton berhubungan dengan masalah leadership alias kepemimpinan.
Wah, bagus dong.. Film apa sih? Judulnya Gung-Ho. Memang sih film ini tergolong film lama, tapi pesan yang disampaikan tentang kepemimpinan cukup bagus.
Oke deh, langsung aja cekidot resensinya..
Gung-Ho
Sutradara : Ron Howard
Produser : Tony Ganz, Deborah Blum
Naskah : Edwin Blum
Produksi : Paramount Pictures, 1986
Pemeran : Michael Keaton, Gedde Watanabe,
George Wendt,Mimi Rogers
Pemeran : Michael Keaton, Gedde Watanabe,
George Wendt,Mimi Rogers
Film ini dimulai dari Hunt Stevenson harus pergi ke Jepang untuk melakukan negosiasi dengan Assan Motor agar mau melakukan kerjasama dengan pabrik yang hampir saja akan ditutup di sebuah kota yang bernama Hadleyville di Amerika. Namun ternyata, ia mendapatkan respon yang tidak memuaskan.
Namun ternyata, beberapa hari kemudian wakil dari Assan Motor, Kozihiro, datang dan menyatakan mau bekerja sama dengan Hunt. Dari sinilah cerita kepemimpinan Hunt dan Kozihiro dimulai.
Dari awal bekerja, pekerja-pekerja dari Hadleyville ini sudah mengalami pertentangan budaya dengan orang Jepang. Budaya orang-orang Hadleyville yang tak pernah bisa bangun pagi dan berolahraga sangat bertentangan dengan budaya orang Jepang yang pekerja keras, selalu bangun pagi, dan selalu berolahraga sebelum bekerja.
Pertentangan pun terus terjadi, para pekerja Hadleyville yang selalu “datang telat pulang awal” dan kerja para pekerja Hadleyville yang tak tersistem (bekerja seenaknya sendiri) membuat orang-orang Jepang geram. Akhirnya, para pekerja Hadleyville tak tahan lagi bekerja ala orang Jepang yang terlalu bekerja keras hingga lupa waktu, lupa makan, hingga lupa keluarganya sendiri. Para pekerja Hadleyville pun ingin segera memiliki gaji yang selayaknya apabila memang Astra Motor masih ingin mereka bekerja disana. Untuk Hunt pun membuat perjanjian dengan Kozihiro, pihak Astra Motor harus memberi kenaikan gaji pada pekerja Hadleyville apabila para pekerja Hadleyville mampu menghasilkan 15.000 mobil dalam sebulan.
Wah, 15.000 mobil dalam sebulan?
Begitulah. Namun para pekerja Hadleyville merasa jumlah sebanyak itu adalah tidak mungkin. Mereka hanya bisa menyanggupi membuat 13.000 mobil dalam sebulan. Nah, untuk meningkatkan semangat para pekerja Hadleyville diberi janji palsu oleh Hunt. Hunt mengatakan bahwa para pekerja Hadleyville tetap diberi kenaikan gaji walaupun hanya bisa menghasilkan 13.000 mobil dalam sebulan.
Nah lo, bisakah para pekerja Hadleyville mendapat kenaikan gaji?
Untuk tau jawabannya, silakan liat sendiri filmnya :D
*****
Yak, secara keseluruhan aku suka sekali dengan film ini. Kenapa? Karena film ini tidak melulu diisi dengan hal-hal yang berbau kepemimpinan saja, namun juga diimbangi dengan komedi-komedi yan membuat film ini tidak bosan untuk dilihat.
Satu hal yang dapat aku pelajari dari film ini, bekerja keras memang boleh, namun jangan sampai melupakan kewajibanmu sebagai seorang makhluk sosial. Mengapa? Karena kita adalah manusia, bukan mesin yang tak punya perasaan dan kehidupan selain bekerja.
Final Destination 5
Sutradara : Steven Quale
Produser : Craig Perry, Warren Zide
Tahun : 2011
Pemain : Nicholas D’Agosto, Emma Bell, Miles Fisher, Arlen Escarpeta, David Koechner, Tony Todd, Ellen Wroe, Jacqueline MacInnes Wood, P. J. Byrne, Courtney B. Vance, William Bludworth, Brent Stait
Yak, kali ini saya akan meresensi sebuah film yang berjudul Final Destination 5. Sepertinya Final Destination adalah film yang sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Bagaimana tidak, dari Final Destination 1 sampai Final Destination terakhir, alias Final Destination 5 semuanya booming karena memang efek filmnya yang sangat bagus.
Baik, untuk yang belum tahu apa itu Final Destination, akan saya ulas sedikit disini. Final Destination adalah film horor yang tidak ada unsur hantunya sama sekali. Nah lo, kok bisa? Jadi Final Destination ini adalah film horor tentang kematian seseorang yang tertunda, dan kematian tersebut tidak terjadi dengan wajar. Seperti memang ada yang telah merencanakan kematian seseorang dengan baik karena suatu kecelakaan yang terjadi karena kebetulan yang fatal.
Kematian yang tertunda? Ya, jadi sebenarnya da beberapa orang yang harusnya sudah meninggal akibat suatu kecelakaan. Namun karena (selalu ada) pemeran utama yang mengetahui adanya kecelakaan sebelum kecelakaan itu terjadi, maka ada beberapa orang yang harusnya sudah meninggal bisa selamat dari kecelakaan tersebut (selalu seperti ini di setiap serinya). Namun, setelah lolos dari kematian,tak berarti beberapa orang yang selamat tersebut bisa bernafas lega. Karena ternyata, mereka harus tetap meninggal sesuai urutan meninggal yang seharusnya di kecelakaan pertama. Namun, jarang sekali ada yang meniunggal dengan cara dibunuh oleh seseorang. Kebanyakan, kematian dari orang-orang yang berhasil selamat di kecelakaan sebelumnya adalah kematian yang disebabkan oleh hal yang tidak wajar, entah karena sesuatu yang rusak ataupun jatuhnya benda-benda yang tak terdugasehingga berakibat sangat fatal. Nah, mungkin baru di Final Destination 5 ini ada seseorang yang meninggalnya dibunuh oleh seorang manusia.
Pemeran utama dalam Final Destination 5 adalah Sam (Nicholas D’Agosto). Ia memiliki pacar yang bernama Molly(Emma Bell). Dan terdapat beberapa tokoh lain seperti Peter Friedkin (Miles Fisher), Candice Hooper (Ellen Wroe), Olivia Castle (Jacqualine M. Wood), Isaac (P.J. Bryne), Nathan (Arlen Escarpeta), Dennis (David Koechner).
Di Final Destination 5 ini yang menjadi kecelakaan utama adalah ambruknya sebuah jembatan yang menewaskan banyak orang. Jembatan ambruk? Lalu kenapa?
Nah, di Final Destination 5 ini Sam, pacarnya, dan beberapa orang lainnya, sedang berada dalam perjalanan dengan menggunakan bis. Ketika sampai di sebuah jembatan, Sam mendapatkan “penglihatan” bahwa jembatannya akan ambruk sehingga menewaskan dirinya dan semua orang yang ada di jembatan. Begitu sadar, ia langsung menyuruh semua orang yang ada dalam bis untuk segera keluar, namun hanya sedikit yang menghiraukan. Ternyata benar, jembatannya ambruk dan hanya orang-orang yang keluar dari bis yang selamat.
Setelah berhasil selamat, dimulailah skenario kematian yang sesungguhnya. Satu persatu orang yang selamat dari kecelakaan jembatan maut sebelumnya meninggal dengan cara-cara yang mengerikan. Lalu bagaimana dengan tokoh utama? Bisakah ia selamat sampai akhir?
Monggo dilihat sendiri film Final Destination 5, dijamin ketar-ketir XD
*****
Yap, suatu hal yang paling menakjubkan dari film seri horor yang satu ini adalah, tak peduli tokoh utama tau bukan, semuanya akan meninggal dunia (biasanya kan yang jadi tokoh utama yang selamat). Begitulah,maka dari itu aku bilang, Final Destination adalah film tentang kematian yang tertunda. Hahaha.
Jujur, aku lebih suka Final Destination 5 dibandingkan dengan Final Destination seri lain. Benar-benar film pamungkas yang super sekali. Mengapa? Karena Final Destination 5 ini minim adegan dewasa yang sangat amat tidak penting sekali banget. Lalu, Final Destination 5 lebih kejem cara tewasnya. Aku lebih sering menahan nafas saat lihat Final Destination 5 daripada Final Destination 5 series lain. (gimana enggak! masa’ iya ada bola mata seseorang keluar dari matanya, mental-mental, terus keplindes truk T..T).
Tapi ada satu hal yang aneh dari semua Final Destination series ini. Mengapa di setiap film Final Destination selalu ada orang tua negro yang selalu ngeksis jadi pemain? Hmm.. aneh sekali.
Yak, meskipun terkesan horor, sadis, serem dan berdarah-darah, setidaknya ada satu pesan yang dapat aku tangkap dari film ini.
Selalu berhati-hatilah di tiap jam tiap menit kehidupanmu, karena mungkin itu menjadi detik terakhir hidupmu di dunia ini.
Jadi, waspadalah! Waspadalah! :D
Gnomeo n' Juliet
Sutradara : Kelly Asbury
Penulis : Rob Sprackling, John R. Smith
Penulis : Rob Sprackling, John R. Smith
Genre : Animation | Adventure | Comedy
Tahun : 2011
Pemain : James McAvoy, Emily Blunt and Maggie
Smith
Pemain : James McAvoy, Emily Blunt and Maggie
Smith
Yap, dari judulnya saja mungkin anda-anda semua akan teringat satu kisah drama tragedi, Romeo n’ Juliet. Dari cerita sih mirip-mirip, tapi Gnomeo n’ Juliet ini punya ending yang sedikit berbeda.
Jadi, dalam film ini diceritakan ada gnome (patung kurcaci yang dipercaya dapat menjaga tanaman, biasanya ada di taman) yang saling bertetangga, gnome merah dan gnome biru. Sama seperti yang mempunyai kebun beserta para gnomenya, gnome merah dan biru ini saling bermusuhan. (Sebentar, patung kok musuhan? Begitulah :). Saat ada manusia yang lewat, mereka akan menjadi patung, namun saat tak ada manusia yang menghampiri mereka seolah-olah hidup dan punya kehidupan.)
Gnomeo biru dipimpin oleh seorang “ratu” (pemimpinnya perempuan sih) yang bernama Lady Bluebury. Ia memiliki seorang putra bernama Gnomeo. Gnomeo ini punya teman jamur kancing yang mungkin kalau di dunia kita sama seperti anjing, yang bernama Shroom. Gnome Biru mempunyai hal yang paling berharga di taman, yaitu tanaman yang tumbuh dari atas kloset yang berada di taman (kenapa kloset? Entahlah, aku juga bingung. Yang jelas, itu adalah kloset untuk hiasan, bukan difungsikan sebagaimana fungsi kloset sesungguhnya :P)
Gnome merah dipimpin oleh seorang “raja” yang bernama Lord Redbrick. Ia mempunyai seorang putri yang bernama Juliet. Yah, jangan tertipu oleh namanya sih. Walaupun namanya Juliet, namun ia tak sefeminim namanya. Yak, Juliet ini tomboy. Juliet ahli sekali dalam hal panjat memanjat. Juliet memiliki teman kodok yang bernama Nannete. Gnome merah memiliki hal yang paling berharga di taman, yaitu sumur (entah kenapa juga harus sumur).
Seperti halnya Romeo n’ Juliet, Gnomeo dan Juliet ini bertemu secara tidak sengaja ketika Juliet ingin mengambil sebuah bunga di kebun sebelah. Namun keduanya dalam penyamaran, sehingga mereka tak tahu bahwa mereka berasal dari gnome yang bermusuhan. Tak bisa dipungkiri, mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.
Namun karena tak berhati-hati saat berebut bunga, keduanya jatuh ke dalam kolam dan akhirnya mereka saling mengetahui identitas sebenarnya. Mereka sangat terkejut. Juliet yang tahu Gnomeo dari gnome biru langsung melarikan diri. Gnomeo pun mengejar Juliet sampai ke kebun gnome merah. Karena memang tak kondusif bila bertemu di kebun gnome merah maupun biru, akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu di kebun pertama kali mereka bertemu.
Singkat cerita, mereka akhirnya bertemu di kebun tersebut dan menemukan sebuah mesin pemotong rumput. Kalau di dunia kita balapan pakai mobil kan? Nah, di dunia para gnome ini balapannya pakai mesin pemotong rumput. Dan apa anda-anda semua tahu? Si Juliet ini bisa mengendarainya dengan baik waktu pertama kali mencoba, bahkan sampai membentuk sebuah tulisan.
| Yap, G untuk Gnomeo dan J untuk Juliet.:) |
Karena mengetahui bahwa pasti hubungan cinta mereka dilarang dan ditentang, maka mereka pun berjanji untuk merahasiakan pertemuan mereka.
Namun pada suatu hari, ada gnome dari gnome merah ingin menghancurkan hal yang paling berharga bagi gnome biru, yaitu tanaman dalam kloset. Ternyata rencana gnome tersebut berhasil. Mengetahui hal itu, gnome biru sangat marah, terutama sang Lady Bluebury. Tanaman itu ditanam dengan suaminya sejak dari benih dan dirawat hingga bisa tumbuh besar. Akhirnya, gnomeo pun diutus untuk balas dendam terhadap setiap gnome merah. Setiap gnome merah? Ya, itu artinya ia juga harus membalas dendam kepada Juliet.
Nah, bagaimana reaksi Gnomeo? Lalu bagaimana dengan kisah cinta mereka?
Monggo disaksikan lebih lanjut film Gnomeo n’ Juliet ini :).
*****
Film yang cukup menarik. Walaupun ini adalah film animasi, namun alur yang dibawa bukan untuk dinikmati anak-anak (yah, mengingat ini adalah kisah cinta).
Lalu, apa pembelajaran yang bisa diambil dari film ini?
Ada satu pelajaran yang dapat aku tangkap dari film ini, perbedaan bukanlah pembatas bagi kita untuk bisa saling hidup dan berbagi bersama. Justru perbedaanlah yang akan melengkapi hidup kita.
Pasti sangat membosankan bukan jika semua yang ada di dunia ini sama semua alias monoton? :)
Sabtu, 17 Desember 2011
Pentingnya Berkomunikasi
Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal 16 Desember 2011, KI kedatangan tamu alias ada kuliah tamu lagi. Apa yang dibahas kali ini?
Tema kali ini adalah Communication Skill for Public Speaking. Dengan pembicara mas Dista Nugraha (Head of Production/announcer Colors Radio Surabaya, News Anchor BBS TV) dan mbak Ulin Rositi (Product Manager Colors Radio Surabaya).
Satu, Communication is Everything.
Kenapa? Karena dengan berkomunikasilah kita dapat menginformasikan sesuatu dan memberi tahu yang ada dalam benak pikiran kita. Dalam berbicara kita juga harus memastikan persepsi dari penerima informasi tidak boleh salah, karena bisa jadi salah paham akan terjadi. Dan yang paling penting adalah kita mengerti apa yang akan dikomunasikan.
Faktor-faktor apa saja yang harus ada dalam berkomunikasi?
1. Komunikator atau penyampai pesan.
2. Komunikan atau penerima pesan.
3. Message/ pesan yang disampaikan.
4. Media dalam berkomunikasi.
5. Feedback/respon (baik yang langsung maupun tak langsung).
Dalam berkomunikasi juga harus ada seni yang diperhatikan. Mengapa? Karena dalam berkomunikasi kita harus bisa menyampaikan pesan dengan nyaman dan tidak membosankan. Dalam berkomunikasi kita harus bisa merencanakan, mempersiapkan, memahami apa-apa saja yang akan disampaikan. Sayang kan kalau ada sesuatu yang penting jadi tak tersampaikan.
Kita juga harus bisa mengolah dan berhati-hati dalam berkomunikasi karena komunikasi bisa jadi sangat mempengaruhi. Mengapa? Karena dengan berkomunikasi kita bisa menjadikan sisi positif menjadi menarik dan sisi negatif tidak menjadi cela.
Kita harus berkomunikasi yang baik dengan orang lain, terutama pada saat berkomunikasi di depan umum dan menjadi Center of Attention (pusat perhatian). Namun dalam berbicara di depan orang banyak kita pasti memiliki kendala. Apa saja kendala yang mungkin muncul?
1. Tidak memahami benar apa yang akan disampaikan.
2. Memahami tapi tak biasa menyampaikan (tahu apa yang ingin dibicarakan, naun belum terbiasa berbicara di depan umum sehingga kemungkinan ngeblank, lupa mau bicara apa).
3. Pengendalian diri terhadap emosi yang belum bagus.
Lalu, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Public Speaking? Faktor yang mempengaruhi public speaking dapat kita singkat menjadi 3V, yaitu:
Vokal (suara). Saat berbicara di depan umum janganlah berbisik
Verbal. Perhatikan apa-apa yang mau dibicarakan. Suatu hal yang biasa menjadi luar biasa bila dikemas dengan kata-kata yang tidak biasa. Buatlah kata-kata kita menjadi rangkaian kalimat yang menarik.
Visualisasi(bagaimana cara kita mengekspresikan). Gunakan ekspresi yang sesuai dengan apa yang kita sampaikan agar tidak jadi salah paham terhadap komunikan.
Kalau memang tidak siap, ulur waktu saja. Kita bisa bicara apa saja yang kurang penting sembari mempersiapkan diri untuk menyampaikan pesan yang sesungguhnya.
Bagaimana dengan audience kita, bagaimana caranya agar mood audience tetap bagus dari awal sampai akhir kita bicara?
Kata mbak Ulin, jangan pernah kamu meninggalkan audiencemu, ajak dan libatkan mereka. Caranya? Jagalah eye contact dengan audience. Lalu datangi mereka saat mereka sudah tidak fokus. Jangan biarkan mereka asyik dengan aktivitas mereka sendiri.
Nah, begitulah. Aku juga baru tahu ternyata berkomunikasi itu tak hanya sekedar berbicara, namun berkomunikasi itu juga butuh seni, latihan dan pikiran. :)
PERJUANGAN GIGIH SI LELAKI TUA

LELAKI TUA DAN LAUT (THE OLD MAN AND THE SEA)
Pengarang : ERNEST HEMINGWAY
Kategori : Fiksi
Jumlah halaman : 145 halaman
Novel ini bercerita tentang seorang nelayan tua Kuba, yang berusaha menangkap ikan marlin yang panjangnya melebihi perahu miliknya seorang diri. Perjuangan luar biasa ini harus ia tempuh dalam waktu tiga hari dan hampir tidak tidur sama sekali demi menjaga sang ikan agar tidak lepas. Nelayan tua, atau yang biasa disebut lelaki tua dalam novel ini, sebelum menemukan ikan marlin raksasa yang telah menyeret perahunya selama tiga hari, ia telah gagal menangkap seekor ikan pun selama 84 hari berturut-turut.
Dan selama itu, ada seorang anak lelaki yang selalu menjaganya dan ikut pergi mencari ikan dengan si lelaki tua. Namun,karena orang tua si anak lelaki tidak memperbolehkannya ikut lelaki tua, lantaran tak kunjung dapat ikan, si anak lelaki terpaksa tidak bisa ikut pergi mencari ikan bersamanya dan ikut perahu lain yang lebih beruntung.
Lelaki tua tak begitu saja putus harapan. Ia tetap pergi mencari ikan dengan optimis, terus percaya bahwa ia akan mendapat ikan hari ini. Keyakinan dan keteguhan hatinya memberi pelajaran moral yang amat luar biasa.
Ada satu kalimat si lelaki tua yang aku suka,
“Namun, aku telah menjaganya dengan ketelitian. Hanya saja, aku tidak memiliki keberuntungan lagi. Tapi siapa yang tahu? Mungkin hari ini. Setiap hari adalah hari yang baru. Itu lebih baik dari keberuntungan. Tapi aku harus lebih saksama. Kemudian saat keberuntungan itu datang, aku telah siap.”
*Waah, mak jleb!! XD
Ngena banget deh...*
Optimisme, kegigihan, ketabahan, kesabaran si lelaki tua dalam menjalani cobaan hidup adalah sebuah pelajaran yang bermakna.
Ia tak pernah mengeluh berlebihan, walaupun tubuhnya penuh luka dan darah saat bertarung dengan ikan marlin ataupun hiu-hiu yang mengganggu perjalanan pulangnya. Ia tetap ingat dan yakin bahwa Tuhan pasti akan menolongnya. Ia tak lupa berdoa kepada Tuhan walaupun peluang yang ada sangatlah kecil.
Tak jarang aku ternganga dengan apa yang menimpa si lelaki tua dan apa yang ia lakukan.
Perilakunya sangat berbeda dengan kebanyakan orang sekarang. Diberi beban hidup sedikit, sudah mengeluh luar biasa.
Si lelaki tua mengajarkan lewat perjuangannya, bahwa kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan, selama kekuatan keyakinan dan usaha yang tak pernah kenal lelah ada dalam diri kita.
********
Bener-bener deh nih novel, mahasiswa banget dah. Dituntut harus dapat bekerja dalam tekanan. Tetap berpikir jernih di saat-saat terburuk. Seperti yang ditekankan oleh lelaki tua dalam novel ini. Dia selalu menegaskan kepada dirinya sendiri untuk tetap berpikir jernih agar dapat mengatasi semua masalah yang muncul tiba-tiba. That’s the prime point in this novel!!
Bagi para mahasiswa, baca deh nih novel. Jangan mengeluh karena banyaknya tugasmu, sebelum kamu membaca novel ini .
Ps: mungkin ini novel lama, tapi pesan moralnya tak ikut-ikutan menjadi suatu yang ketinggalan zaman.
Jumat, 16 Desember 2011
Mahasiswa itu..
Karena kewajiban utama seorang mahasiswa di kampus adalah belajar dan menuntut ilmu, maka seorang mahasiswa haruslah bisa meraih prestasi yang gemilang. Tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa yang pintar dalam akademis, ataupun dapat meraih IP bagus saja, namun juga harus bisa meraih prestasi di bidang non-akademik, semisal meraih prestasi dalam mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah. Memenangkan berbagai kompetisi dan mengharumkan nama ITS.
Mahasiswa juga harus bisa jadi juara di bidang agama. Harus bisa mengukir prestasi di mata Tuhan. Karena aku yakin, dengan landasan agama yang baik, seorang Mahasiswa akan mejadi manusia yang bijak dan berbudi pekerti luhur. Mahasiswa juga harus aktif, baik ketika ada di dalam kelas maupun saat berada di luar kelas.
Mahasiswa harus bisa aktif berkontribusi, baik untuk kampusnya maupun untuk masyarakat. Aktif melakukan perubahan terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengapa? Karena mahasiswa adalah seorang Agent of Change. Mahasiswa harus bisa mengubah keadaan sekitarnya menjadi lebih baik tiap harinya. Seorang mahasiswa harus tanggap terhadap masalah yang sedang terjadi di sekitarnya. Dunianya tak lagi berpusat pada masalah dirinya, namun berpusat pada masalah masyarakat. Ia tak boleh lagi acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Ia harus bisa memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya.
Mahasiswa juga harus kritis dalam menanggapi suatu masalah. Mahasiswa dituntut untuk bisa memberi solusi yang terbaik dalam mengahadapi suatu masalah, bagaimanapun kondisi dan tekanan yang diterimanya. Ia harus tetap bisa mengritisi masalah-masalah yang ada di sekitranya. Mengapa? Sebagai Social Control, mahasiswa harus bisa menolong masyarakat yang berada dalam ketidaklayakan. Ia juga harus bisa menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan peran dan fungsi mahasiswa, seorang mahasiswa secara pribadi harus memberikan contoh yang baik bagi sekitar atau yang disebut dnegan Moral Force. Jika ada moral yang ridak benar, seorang mahasiswa bertanggung jawab untuk meluruskannya.
Mahasiswa juga harus berpikiran jauh ke depan atau visioner, sehingga setiap keputusan yang diambil adalah keputusan yang bijak. Begitu pula dengan kesehariannya. Seseorang yang visioner akan lebih berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya guna mencapai apa yang telah ditargetkannya untuk masa depan. Ia lebih berpikiran luas dan selalu menyikapi suatu masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga suatu masalah dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya tak hanya untuk waktu masalah itu datang, namun juga untuk masa depan.
Seorang mahasiswa harus bisa merencanakan dan merealisasikan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Bisa mengusulkan ide-ide yang cemerlang demi mewujudkan masa depan yang lebih maju. Selalu memiliki inovasi baru untuk kesejahteraan masyarakat. Seorang mahasiswa harus bisa menyiapkan dirinya sebagai seorang pemimpin untuk masa depan. Sebagai Iron Stock, ia harus sudah siap mengganti pemimpin-pemimpin terdahulu di kala waktunya transisi atau pergantian kepemimpinan berlangsung. Namun sebelum ia menjadi seorang yang visioner untuk masyarakat, ia harus bisa menjadi visioner untuk dirinya sendiri. Ia harus bisa merencanakan apa yang baik untuk dirinya, yang bisa membawanya menjadi manusia yang luar biasa di masa yang akan datang. Seorang mahasiswa harus bisa menjadi pemimpin kebaikan untuk dirinya sendiri. Sehingga kelak ketika ia menjadi pemimpin banyak orang, ia bisa menjadi pemimpin yang berakhlak luar biasa. Ia harus bisa menjadi seorang pemimpin yang baik ketika ia telah dituntut untuk menjadi seorang pemimpin di masyarakat kelak.
Dan yang terakhir, mahasiswa juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan. Berani berbuat artinya juga dusah berani untuk mempertanggungjawabkannya. Sehingga sebelum melakukan sesuatu, harus dipikirkan baik-baik. Tiap tindakan yang dilakukan seorang mahasiswa, apapun resikonya, haruslah dapat dipertanggungjawabkan, karena itulah yang telah dipilih dan dilakukannya. Mengapa? Karena seoerang mahasiswa telah dianggap dewasa.
Ciri seorang dewasa adalah ia telah menyadari apapun yang ia lakukan, ia telah tahu pasti apa yang ia lakukan benar atau salah. sehingga saat ia telah memilih melakukan sesuatu, ia juga harus siap-siap menanggung akibatnya. Sebelum bertindak, harus bisa memikirkan positf dan negatifnya dari tiap langkah yang harus diambil. Harus bisa memilih dan menentukan langkah dengan sisi positif paling banyak. Bukan hanya positif atau baik bagi diri sendiri, namun juga baik bagi masyarakat. Karena terkadang, apa yang baik bagi diri sendiri, tak selalu baik bagi orang lain. Jadi sebelum bertindak, harus dapat berpikir dari segala sisi. Namun juga jangan terlalu banyak berpikir, dan tidak ada aksi. Kita harus bisa berpikir cepat untuk memutuskan langkah mana yang paling baik. Langkah mana yang resikonya bisa kita tanggung. Langkah mana yang bila kita ditanya akan pertanggungjawabannya, kita bisa menjawabnya dengan mantap.
Itulah mahasiswa menurut pendapat saya, yang juga menjadi komitmen saya untuk menjadi seorang mahasiswa seperti yang saya paparkan diatas. :)
Rabu, 07 Desember 2011
Apa itu dewasa?
Sore ini,entah mengapa, hati saya tergelitik dengan suatu pertanyaan,
"Apa itu dewasa? "
Saat membuka facebook, terlihat oleh saya akun pak Mario Teguh *tau kan? Bapak super yang slalu memberi motivasi super*
Iseng-iseng saya kirim pertanyaan yang daritadi terngiang di benak saya itu ke pak mario yang ada di facebook.
Tak terlalu berharap banyak sih, karena memang pak mario pastilah sibuk.
Atau mungkin pengelola akun facebook pak mario bukanlah pak mario sendiri, jadi akan sangat susah mendapat jawaban.
Beberapa menit kemudian *tak ada satu jam rasanya* , tak disangka-sangka ada yang mengomen status saya.
Beliau bilang begini,
“
Dearest Sahabat Rachmasari Wicaya Ningdyah yang super,
Mohon perhatikan nasehat Pak Mario Teguh:
Pak Mario!
Kapan saya dewasanya?
Begini,
Kedewasaan itu bukan masalah usia
atau pengalaman.
Kedewasaan itu masalah pengendalian diri.
Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.
Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.
Selalu, hanya katakan dan lakukan yang baik, ... itu!
(Mario Teguh)
Terima kasih dan salam super
Cut Ria Awwaliah
MTSC Greeter | MTSuperClub | Sahabat Hati | Tangerang
PulStarOne.com | An MTSC Company
Mohon perhatikan nasehat Pak Mario Teguh:
Pak Mario!
Kapan saya dewasanya?
Begini,
Kedewasaan itu bukan masalah usia
atau pengalaman.
Kedewasaan itu masalah pengendalian diri.
Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.
Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.
Selalu, hanya katakan dan lakukan yang baik, ... itu!
(Mario Teguh)
Terima kasih dan salam super
Cut Ria Awwaliah
MTSC Greeter | MTSuperClub | Sahabat Hati | Tangerang
PulStarOne.com | An MTSC Company
”
Setelah membaca ini, bukannya malah merasa pertanyaan awal terjawab, malah timbul pertanyaan baru.
“Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.
Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.”
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.
Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.”
Disampaikan tahan, tahan, dan tahan.
Jadi, dewasa = pengendalian diri = menahan emosi?
Jujur, saya kurang setuju dengan kata-kata menahan emosi.Sesuatu yang ditahan, pasti lambat laun akan membludak. Seperti halnya balon yang terus-terusan menahan angin yang masuk di dalamnya, pasti ada satu titik puncak dimana sang balon tak dapat lagi menahan udara lagi dan akhirnya meletus.
Jika memang benar dewasa berarti menahan emosi, bisa saya simpulkan bahwa menjadi dewasa tak harus bisa mengendalikan diri. Karena mengendalikan diri tak sama dengan menahan emosi. Yang namanya mengendalikan diri, pasti diikuti dengan adanya pengendalian emosi, bukan menahannya.
Bila kita masih menahan emosi, itu artinya kita belum bisa mengendalikannya. Dan begitu pula sebaliknya, saat kita telah bisa mengendalikan emosi, kita tak perlu menahannya lagi. Mengapa? Karena jika pengelolaan emosi kita telah bagus, kita tahu dimana posisi emosi yang benar dalam hidup kita. Sehingga, kita dapat mengarahkan emosi kita dengan baik.
Jika emosi kita tahan, pasti suatu saat akan meledak, dan output emosi yang dihasilkan pasti lebih besar. Mengapa? Karena memang emosi tidak dapat ditahan. Sama halnya dengan nafsu. Nafsu tidak dapat ditahan, namun harus dikendalikan. Puasa adalah momen untuk berlatih mengendalikan hawa nafsu, bukan menahannya. Salah besar jika kita berjuang menahan nafsu ataupun emosi, karena semakin kita menahannya, semakin besar hasrat kita untuk melakukannya, dan akibatnya akan lebih fatal.
Lalu bagaimana kita bisa mengendalikan emosi ataupun nafsu?
Kembali lagi ke tujuan awal penciptaan manusia. Untuk apa kita diciptakan di dunia ini? Bukankah semuanya hanya untuk Allah semata? Apakah menuruti emosi ataupun nafsu dilakukan karena lillahi ta’ala? Apakah menuruti emosi ataupun hawa nafsu adalah hal yang begitu penting sehingga akan berakibat fatal bagi diri kita jika kita tak melakukannya?
Jika kita senantiasa melihat emosi dan nafsu dari sudut pandang untuk apa manusia diciptakan, malah mungkin kita malah akan menertawakan diri kita sendiri jika sampai emosi kita meluap-luap tak karuan.
Maka dari itu,kita harus bisa membaca, seperti ayat al-Qur’an pertama yang diturunkan kepada nabi Muhammad. “Qul”, atau bacalah. Bacalah keadaan sekitarmu. Bacalah situasi masyarakatmu. Dan bacalah kondisi dirimu. Bacalah semua ilmu yang ada di alam semesta ini. Maka, belenggu emosi dan nafsu pun bisa kita kendalikan. :)
Setelah merenung dan merenung, akhirnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan saya.
Jadi, apa itu dewasa?
Dewasa itu bisa “membaca”.
:)
Ada yang punya pendapat lain? ^.^
Ada yang punya pendapat lain? ^.^
Langganan:
Postingan (Atom)




























