Nonton film apalagi?
Nah, kalau dulu film yang kami tonton berhubungan dengan masalah sosial, sekarang film yang kami tonton berhubungan dengan masalah leadership alias kepemimpinan.
Wah, bagus dong.. Film apa sih? Judulnya Gung-Ho. Memang sih film ini tergolong film lama, tapi pesan yang disampaikan tentang kepemimpinan cukup bagus.
Oke deh, langsung aja cekidot resensinya..
Gung-Ho
Sutradara : Ron Howard
Produser : Tony Ganz, Deborah Blum
Naskah : Edwin Blum
Produksi : Paramount Pictures, 1986
Pemeran : Michael Keaton, Gedde Watanabe,
George Wendt,Mimi Rogers
Pemeran : Michael Keaton, Gedde Watanabe,
George Wendt,Mimi Rogers
Film ini dimulai dari Hunt Stevenson harus pergi ke Jepang untuk melakukan negosiasi dengan Assan Motor agar mau melakukan kerjasama dengan pabrik yang hampir saja akan ditutup di sebuah kota yang bernama Hadleyville di Amerika. Namun ternyata, ia mendapatkan respon yang tidak memuaskan.
Namun ternyata, beberapa hari kemudian wakil dari Assan Motor, Kozihiro, datang dan menyatakan mau bekerja sama dengan Hunt. Dari sinilah cerita kepemimpinan Hunt dan Kozihiro dimulai.
Dari awal bekerja, pekerja-pekerja dari Hadleyville ini sudah mengalami pertentangan budaya dengan orang Jepang. Budaya orang-orang Hadleyville yang tak pernah bisa bangun pagi dan berolahraga sangat bertentangan dengan budaya orang Jepang yang pekerja keras, selalu bangun pagi, dan selalu berolahraga sebelum bekerja.
Pertentangan pun terus terjadi, para pekerja Hadleyville yang selalu “datang telat pulang awal” dan kerja para pekerja Hadleyville yang tak tersistem (bekerja seenaknya sendiri) membuat orang-orang Jepang geram. Akhirnya, para pekerja Hadleyville tak tahan lagi bekerja ala orang Jepang yang terlalu bekerja keras hingga lupa waktu, lupa makan, hingga lupa keluarganya sendiri. Para pekerja Hadleyville pun ingin segera memiliki gaji yang selayaknya apabila memang Astra Motor masih ingin mereka bekerja disana. Untuk Hunt pun membuat perjanjian dengan Kozihiro, pihak Astra Motor harus memberi kenaikan gaji pada pekerja Hadleyville apabila para pekerja Hadleyville mampu menghasilkan 15.000 mobil dalam sebulan.
Wah, 15.000 mobil dalam sebulan?
Begitulah. Namun para pekerja Hadleyville merasa jumlah sebanyak itu adalah tidak mungkin. Mereka hanya bisa menyanggupi membuat 13.000 mobil dalam sebulan. Nah, untuk meningkatkan semangat para pekerja Hadleyville diberi janji palsu oleh Hunt. Hunt mengatakan bahwa para pekerja Hadleyville tetap diberi kenaikan gaji walaupun hanya bisa menghasilkan 13.000 mobil dalam sebulan.
Nah lo, bisakah para pekerja Hadleyville mendapat kenaikan gaji?
Untuk tau jawabannya, silakan liat sendiri filmnya :D
*****
Yak, secara keseluruhan aku suka sekali dengan film ini. Kenapa? Karena film ini tidak melulu diisi dengan hal-hal yang berbau kepemimpinan saja, namun juga diimbangi dengan komedi-komedi yan membuat film ini tidak bosan untuk dilihat.
Satu hal yang dapat aku pelajari dari film ini, bekerja keras memang boleh, namun jangan sampai melupakan kewajibanmu sebagai seorang makhluk sosial. Mengapa? Karena kita adalah manusia, bukan mesin yang tak punya perasaan dan kehidupan selain bekerja.











