Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Jumat, 16 Desember 2011

Mahasiswa itu..

Karena kewajiban utama seorang mahasiswa di kampus adalah belajar dan menuntut ilmu, maka seorang mahasiswa haruslah bisa meraih prestasi yang gemilang. Tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa yang pintar dalam akademis, ataupun dapat meraih IP bagus saja, namun juga harus bisa meraih prestasi di bidang  non-akademik, semisal meraih prestasi dalam mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah. Memenangkan berbagai kompetisi dan mengharumkan nama ITS.

Mahasiswa juga harus bisa jadi juara di bidang agama. Harus bisa mengukir prestasi di mata Tuhan. Karena aku yakin, dengan landasan agama yang baik, seorang Mahasiswa akan mejadi manusia yang bijak dan berbudi pekerti luhur. Mahasiswa juga harus aktif, baik ketika ada di dalam kelas maupun saat berada di luar kelas.

Mahasiswa harus bisa aktif berkontribusi, baik untuk kampusnya maupun untuk masyarakat. Aktif melakukan perubahan terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengapa? Karena mahasiswa adalah seorang Agent of Change. Mahasiswa harus bisa mengubah keadaan sekitarnya menjadi lebih baik tiap harinya. Seorang mahasiswa harus tanggap terhadap masalah yang sedang terjadi di sekitarnya. Dunianya tak lagi berpusat pada masalah dirinya, namun berpusat pada masalah masyarakat. Ia tak boleh lagi acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Ia harus bisa memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Mahasiswa juga harus kritis dalam menanggapi suatu masalah. Mahasiswa dituntut untuk bisa memberi solusi yang terbaik dalam mengahadapi suatu masalah, bagaimanapun kondisi dan tekanan yang diterimanya. Ia harus tetap bisa mengritisi masalah-masalah yang ada di sekitranya. Mengapa? Sebagai Social Control, mahasiswa harus bisa menolong masyarakat yang berada dalam ketidaklayakan. Ia juga harus bisa menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan peran dan fungsi mahasiswa, seorang mahasiswa secara pribadi harus memberikan contoh yang baik bagi sekitar atau yang disebut dnegan Moral Force. Jika ada moral yang ridak benar, seorang mahasiswa bertanggung jawab untuk meluruskannya.

Mahasiswa juga harus berpikiran jauh ke depan atau visioner, sehingga setiap keputusan yang diambil adalah keputusan yang bijak. Begitu pula dengan kesehariannya. Seseorang yang visioner akan lebih berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya guna mencapai apa yang telah ditargetkannya untuk masa depan. Ia lebih berpikiran luas dan selalu menyikapi suatu masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga suatu masalah dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya tak hanya untuk waktu masalah itu datang, namun juga untuk masa depan.

Seorang mahasiswa harus bisa merencanakan dan merealisasikan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Bisa mengusulkan ide-ide yang cemerlang demi mewujudkan masa depan yang lebih maju. Selalu memiliki inovasi baru untuk kesejahteraan masyarakat. Seorang mahasiswa harus bisa menyiapkan dirinya sebagai seorang pemimpin untuk masa depan. Sebagai Iron Stock, ia harus sudah siap mengganti pemimpin-pemimpin terdahulu di kala waktunya transisi atau pergantian kepemimpinan berlangsung. Namun sebelum ia menjadi seorang yang visioner untuk masyarakat, ia harus bisa menjadi visioner untuk dirinya sendiri. Ia harus bisa merencanakan apa yang baik untuk dirinya, yang bisa membawanya menjadi manusia yang luar biasa di masa yang akan datang. Seorang mahasiswa harus bisa menjadi pemimpin kebaikan untuk dirinya sendiri. Sehingga kelak ketika ia menjadi pemimpin banyak orang, ia bisa menjadi pemimpin yang berakhlak luar biasa. Ia harus  bisa menjadi seorang pemimpin yang baik ketika ia telah dituntut untuk menjadi seorang pemimpin di masyarakat kelak.


Dan yang terakhir, mahasiswa juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan. Berani berbuat artinya juga dusah berani untuk mempertanggungjawabkannya. Sehingga sebelum melakukan sesuatu, harus dipikirkan baik-baik. Tiap tindakan yang dilakukan seorang mahasiswa, apapun resikonya, haruslah dapat dipertanggungjawabkan, karena itulah yang telah dipilih dan dilakukannya. Mengapa? Karena seoerang mahasiswa telah dianggap dewasa.

Ciri seorang dewasa adalah ia telah menyadari apapun yang ia lakukan, ia telah tahu pasti apa yang ia lakukan benar atau salah. sehingga saat ia telah memilih melakukan sesuatu, ia juga harus siap-siap menanggung akibatnya. Sebelum bertindak, harus bisa memikirkan positf dan negatifnya dari tiap langkah yang harus diambil. Harus bisa memilih dan menentukan langkah dengan sisi positif paling banyak. Bukan hanya positif atau baik bagi diri sendiri, namun juga baik bagi masyarakat. Karena terkadang, apa yang baik bagi diri sendiri, tak selalu baik bagi orang lain. Jadi sebelum bertindak, harus dapat berpikir dari segala sisi. Namun juga jangan terlalu banyak berpikir, dan tidak ada aksi. Kita harus bisa berpikir cepat untuk memutuskan langkah mana yang paling baik. Langkah mana yang resikonya bisa kita tanggung. Langkah mana yang bila kita ditanya akan pertanggungjawabannya, kita bisa menjawabnya dengan mantap.

Itulah mahasiswa menurut pendapat saya, yang juga menjadi komitmen saya untuk menjadi seorang mahasiswa seperti yang saya paparkan diatas. :)



Rabu, 07 Desember 2011

Apa itu dewasa?

Sore ini,entah mengapa, hati saya tergelitik dengan suatu pertanyaan,
"Apa itu dewasa? "
Saat membuka facebook, terlihat oleh saya akun pak Mario Teguh *tau kan? Bapak super yang slalu memberi motivasi super*
Iseng-iseng saya kirim pertanyaan yang daritadi terngiang di benak saya itu ke pak mario yang ada di facebook.
Tak terlalu berharap banyak sih, karena memang pak mario pastilah sibuk.
Atau mungkin pengelola akun facebook pak mario bukanlah pak mario sendiri, jadi akan sangat susah mendapat jawaban.
Beberapa menit kemudian *tak ada satu jam rasanya* , tak disangka-sangka ada yang mengomen status saya.

Beliau bilang begini,

Dearest Sahabat Rachmasari Wicaya Ningdyah yang super,

Mohon perhatikan nasehat Pak Mario Teguh:

Pak Mario!
Kapan saya dewasanya?

Begini,

Kedewasaan itu bukan masalah usia
atau pengalaman.

Kedewasaan itu masalah pengendalian diri.

Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.

Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.

Selalu, hanya katakan dan lakukan yang baik, ... itu!

(Mario Teguh)

Terima kasih dan salam super

Cut Ria Awwaliah
MTSC Greeter | MTSuperClub | Sahabat Hati | Tangerang

PulStarOne.com | An MTSC Company



Setelah membaca ini, bukannya malah merasa pertanyaan awal terjawab, malah timbul pertanyaan baru.

“Mau bicara yang kasar dan norak; tahan,
pikirkan akibatnya, bayangkan penyesalannya.

Mau marah; tahan dan tunggulah sebentar,
lalu sampaikan harapan Anda dengan sabar.”

Disampaikan tahan, tahan, dan tahan.
Jadi, dewasa = pengendalian diri = menahan emosi?

Jujur, saya kurang setuju dengan kata-kata menahan emosi.Sesuatu yang ditahan, pasti lambat laun akan membludak. Seperti halnya balon yang terus-terusan menahan angin yang masuk di dalamnya, pasti ada satu titik puncak dimana sang balon tak dapat lagi menahan udara lagi dan akhirnya meletus.

Jika memang benar dewasa berarti menahan emosi, bisa saya simpulkan bahwa menjadi dewasa tak harus bisa mengendalikan diri. Karena mengendalikan diri tak sama dengan menahan emosi. Yang namanya mengendalikan diri, pasti diikuti dengan adanya pengendalian emosi, bukan menahannya.

Bila kita masih menahan emosi, itu artinya kita belum bisa mengendalikannya. Dan begitu pula sebaliknya, saat kita telah bisa mengendalikan emosi, kita tak perlu menahannya lagi. Mengapa? Karena jika pengelolaan emosi kita telah bagus, kita tahu dimana posisi emosi yang benar dalam hidup kita. Sehingga, kita dapat mengarahkan emosi kita dengan baik.

Jika emosi kita tahan, pasti suatu saat akan meledak, dan output emosi yang dihasilkan pasti lebih besar. Mengapa? Karena memang emosi tidak dapat ditahan. Sama halnya dengan nafsu. Nafsu tidak dapat ditahan, namun harus dikendalikan. Puasa adalah momen untuk berlatih mengendalikan hawa nafsu, bukan menahannya. Salah besar jika kita berjuang menahan nafsu ataupun emosi, karena semakin kita menahannya, semakin besar hasrat kita untuk melakukannya, dan akibatnya akan lebih fatal.

Lalu bagaimana kita bisa mengendalikan emosi ataupun nafsu?
Kembali lagi ke tujuan awal penciptaan manusia. Untuk apa kita diciptakan di dunia ini? Bukankah semuanya hanya untuk Allah semata? Apakah menuruti emosi ataupun nafsu dilakukan karena lillahi ta’ala? Apakah menuruti emosi ataupun hawa nafsu adalah hal yang begitu penting sehingga akan berakibat fatal bagi diri kita jika kita tak melakukannya?

Jika kita senantiasa melihat emosi dan nafsu dari sudut pandang untuk apa manusia diciptakan, malah mungkin kita malah akan menertawakan diri kita sendiri jika sampai emosi kita meluap-luap tak karuan.
 Maka dari itu,kita harus bisa membaca, seperti ayat al-Qur’an pertama yang diturunkan kepada nabi Muhammad. “Qul”, atau bacalah. Bacalah keadaan sekitarmu. Bacalah situasi masyarakatmu. Dan bacalah kondisi dirimu. Bacalah semua ilmu yang ada di alam semesta ini. Maka, belenggu emosi dan nafsu pun bisa kita kendalikan. :)

Setelah merenung dan merenung, akhirnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan saya.
Jadi, apa itu dewasa?
Dewasa itu bisa “membaca”.
:)

Ada yang punya pendapat lain? ^.^

Selasa, 06 Desember 2011

Coba renungkanlah..


Jika kita berkata, tuhanku adalah pencipta alam semesta, apa memang benar begitu?
Pencipta alam semesta adalah Allah.
Sudahkah selama ini kita hidup dengan menuhankan allah semata?

Menurut kang Dicky, guru utama LSBD Hikmatul Iman,
“Tuhan adalah suatu yang kita SEMBAH dan PUJA , kita TAKUTI , kita PRIORITAS kan ,
dan mampu MEMAKSA kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai .”

yak, tuhan adalah sesuatu.
Sesuatu yang kita sembah dan puja.
Sudahkah selama ini kita hanya menyembah dan memuja Allah?
Atau jangan-jangan kita lebih memuja pacar, artis, atau girlband/boyband yang sedang marak belakangan ini?
Sekarang, gambar siapakah yang menghiasi dompet, binder, atau kamarmu?
Artis korea? Pemain bola kesayangan? atau malah foto pacarmu?
Sudahkah tulisan Allah meramaikan hidupmu?
Coba renungkanlah..

Tuhan adalah sesuatu yang kita takuti.
Apa yang kita takuti selama ini?
Hantu?  Miskin? Uang habis? Atau apapun selain Allah.
Jika ya, berarti kita telah mengingkari syahadat kita sendiri. Kita telah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Maka, apakah ada sesuatu yang lebih pantas kita takuti dalam hidup ini kecuali Allah?
Coba renungkanlah..

Mungkin suatu saat kita takut orang tua, pacar, atau teman kita kecewa atau marah?
Sudah pernahkah kita berpikir takut mengecewakan Allah dengan segala perbuatan kita?
Coba renungkanlah..

Tuhan adalah sesuatu yang kita prioritaskan.
Apa yang selama ini menjadi prioritas hidup kita? Apa yang menjadi hal yang paling utama di hidup kita?
Status? IPK tinggi? Uang? Orang tua? Kesenangan? Surga? Pujian?
Mungkin jika jawabannya adalah selain Allah SWT, lagi-lagi kita telah mengingkari janji kita sendiri.
Bukankah kita telah bersaksi tiada tuhan selain Allah?
Maka, apa ada yang pantas diprioritaskan dalam hidup ini selain Allah?
Apa pantas jika kita melakukan sesuatu bukan karena Allah?
Coba renungkanlah..

Tuhan adalah sesuatu yang mampu MEMAKSA kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.
Selama ini, siapakah yang lebih mampu memaksa kita melakukan sesuatu, bahkan sesuatu yang tidak kita sukai?
Artis idola? Orang yang kita sukai? Guru atau dosen?
Apa iya karena Allah kita bisa melakukan suatu hal yang tidak kita sukai?
Apa iya kita bisa melawan rasa malas kita untuk beribadah kepada Allah?
Apa kita lebih bisa melawan rasa malas dan kantuk kita ketika tiba-tiba ada artis kesayangan kita ataupun ada pertandingan bola  di layar televisi, dibandingkan dengan melawan rasa malas untuk segera sholat saat adzan telah berkumandang?

Lalu, Siapakah tuhan kita selama ini?

Coba renungkanlah wahai saudaraku..

Ingat,
Hidup adalah perjuangan yang harus dipertanggungjawabkan. :)

Mentoring cup = Masak-masak = Makan-makaan!!

Yak, beberapa hari yang lalu, diadakan acara mentoring cup. Apa itu? Mentoring cup adalah lomba yang diikuti oleh kelompok-kelompok mentoring yang telah terbentuk. Nah, untuk yang akhwat alias perempuan, lombanya adalah lomba memasak dan membuat mading.

Hal pertama yang dikerjakan oleh kelompok mentorinku adalah memasak.Yah, karena aku tak pandai memasak, awalnya memang agak malas. Tapi yaah, mau tak mau harus dilaksanakan kan.
Akhirnya, setelah mata kuliah Keterampilan Interpersonal selesai, aku dan elompok mentoringku belanja bersama membeli bahan bersama-sama. Bahan utama yang harus ada adalah tempe. Tentu saja sebelum belanja kami telah memutuskan mau membuat apa. Apa yang akan kami buat?? Kami telah merencanakan membuat semacam sandwich tempe. Jadi, setelah kami membeli bahan yang dibutuhkan, kami menuju rumah Teky, salah satu teman sementoringku. Sesampainya disana acara masak-memasak pun dimulai. Kami langsung menggoreng tempe yang telah dibeli tadi. lalu dihaluskan. Lalu dicampur dengan bumbu-bumbu. Kemudian adonan tempe tersebut diselipkan diantara dua roti kabin. Kemudian dilumuri putih telur dan tepung. Kemudian digoreng hingga kecoklatan.

Dan tiba-tiba muncul pikiran, bagaimana bila dibuatkan sausnya juga ya?
Akhirnya, mbak Teky yang pintar memasak pun mulai menunjukan kebolehannya. bawang putih + bawang bombai + saus sambal botolan (dan entah apalagi, aku lupa..haha)+sreng sreng sreng, jadilahj saus yang luar biasa enaknya.
Dan taraa.. jadilah karya kami yang diberi nama BILAPASTE LAZIESS.
Haha, nama yang cukup unik.
Kami tidak menyangka ide dadakan kami ini berhasil dengan baik dan menghasilkan karya yang luar biasa enak. Hiks *terharu*.
Ternyata apapun kerjaannya, asalkan dilakukan dengan penuh cinta, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ahaha :D (dan yang paling luar biasa dari semua proses pengerjaan bilapaste laziess adalah saat memakan Bilapaste Laziess. Laziess tenaan XD )

Oh ya, ini beberapa foto proses produksi Bilapaste Laziess.
Para koki dadakan yang sedang bekerja keras dengan penuh cinta membuat bilapaste

Menara Bilapaste
goreng goreng bilapaste


karena membuatnya dengan cinta, tanpa sadar yang digoreng juga membentuk cinta (lope lope) XD

saus terenak sedunia

taraaa..ini dia bilapaste laziess :D

yummyyyy :3

tetep, narsis forever XD


Namanya juga lomba, pasti ada pemenangnya bukan. Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya hasilnya pun datang.
Taraa...


Alhamdulillah :D.
Wah, sama sekali tidak menyangka, doa kami agar masakan kami menjadi juara terkabulkan ^o^
Terima kasih ya Allah, terima kasih teman-teman, terimakasih Teky, Umi, Sita, Putri, telah bersama-sama menjadikan tim ini juara, semoga tim kita selalu jadi juara. *aamiin*

MAWAPRES 2012, keren dong! :D


Mawapres? Apa itu?
Mungkin bagi para mahasiswa ini bukan lagi istilah asing. Mawapres adalah mahasiswa berprestasi.
Waahh, keren kan.

Dalam acara PKTI yang telah saya jelaskan di postingan sebelumnya, dijelaskan pula tentang mawapres. Kalau menurut presentasi yang saya dapatkan pada waktu itu, Mawapres adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, pancasilais, berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris baik, dan lain sebagainya (belum sempet nyatet :P).

Untuk apa coba ada mawapres segala?
Tentu saja salah satunya untuk penghargaan dan motivasi kepada para mahasiswa yang telah berhasil berprestasi di kampus.

Wah, berarti IP harus bagus dong? Tidak juga, IP adalah pertimbangan terakhir dalam penilaian.
Lho, lalu apa saja yang dinilai kalau bukan IP?
Satu, KTI alias Karya Tulis Ilmiah. Nah, inilah mengapa diadakan PKTI tempo hari. Haha.
Yah, KTI yang dibuat tidak boleh keluar dari tema yang telah ditetapkan, juga harus bisa dipresentasikan dengan baik.
Kedua, apabila pernah menjadi ko- ataupun asisten dosen ataupun teaching assistant (apapun deh namanya), bisa dipertimbangkan dalam penilaian mawapres.
Ketiga, kegiatan yang kita ikuti di luar kampus alias ekstrakulikuler. Jadi, jadilah berprestasi dimana saja, termasuk di ukm. :D
Keempat, kemampuan berbahasa khususnya berbahasa inggris. Semakin cas cis cus dalam berbicara bahasa inggris, semakin bagus pula penilaiannya.
Dan yang terakhir adalah IP Kumulatif alias IPK.

Lalu, apa untungnya jadi mawapres?
Yang jelas semakin eksis dan famous alias terkenal.
Ahaha..kok bisa?
Iya dong, tiap ada acara pasti mawapreslah yang dipajang fotonya dan dibanggakan. :D
Yang kedua, prestasinya tiada henti. Kata mbak Ika Nurhasanah (salah satu mawapres), percayalah, sekalinya kalian bergabung menjadi mawapres, prestasi kalian tidak akan pernah ada hentinya. Terus dan terus ada.
Yang ketiga, dapat bonus sekolah mawapres ITS. Apa itu? Tiap-tiap mawapres akan ada sekolah tambahan dari ITS. Wah, keren kan.
Yang keempat, yang paling dahsyat, bisa jadi mawapres nasional. Siapa coba yang tidak mau bertemu dengan mawapres seluruh Indonesia saat ada ajang mawapres nasional. Keren kuadrat deh.

Nah, ayo ayo, siapa yang mau jadi NEXT ITS MAWAPRES?? :D
*akuuuuuuu XD*

Motivasi di PKTI


Pada hari sabtu, tanggal 11 November lalu, di kampsku diadakan PKTI. Apa itu PKTI?
 PKTI adalah singkatan dari Pelatihan Karya Tulis Ilmiah. Pada acara ini aku mendapat banyak pengetahuan tentang apa, bagaimana, dan manfaat apa yang bisa aku dapatkan dari membuat sebuah karya tulis ilmiah.
Namun yang paling berkesan dari acara ini adalah penyampaian materi dari seseorang yang luar biasa, Achmad Ferdiansyah. 

Dengan tema presentasi, MENGGAGAS MIMPI MENJADI NYATA, beliau berhasil membuat saya berdecak kagum dan termotivasi akan hasil-hasil karya dan prestasi beliau yang dipaparkan di tengah-tengah presentasi.

Ada beberapa poin materi yang menarik bagi mahasiswa seperti saya, yaitu..
Satu, Bagaimana cara belajar mahasiswa yang efektif?
Pertama,kalau masuk ke kelas/ berada di suatu mata kuliah, duduklah paling depan. Mengerti tidak mengerti, tulis saja apa yang diucapkan oleh dosen.
Kedua,jangan pernah tidur di kelas, dan jangan menyengaja tidur di kelas. Jangan memosisikan diri PW (Posisi Wenak) untuk tidur.
Ketiga,emotion created by motion. Kalau kita memosisikan badan kita membungkuk, pasti bawaannya jadi malas. Sebaliknya, kalau kita memaksa badan kita untuk tetap tegak dan siap menerima materi, pasti kita bisa menerima materi dengan baik
Keempat,jangan belajar sok ngerti. Kalau tidak mengerti bilang saja tidak mengerti. Segera tanya begitu ada materi yang belum jelas.

Berikutnya, Buatlah list apa yang harus dikerjakan. Hal ini akan sangat membantu untuk mengefektifkan waktu dan membantu memastikan tugas dapat dikerjakan semua dengan baik.

Ini nih yang menarik, ceritakanlah mimpimu kepada orang lain. Saat kita melakukan hal yang melenceng dari mimpi kita, ataupun kita kehilangan motivasi untuk mengejar mimpi kita tersebut, orang-orang di sekitar kita yang mengetahui mimpi kita pasti akan menegur dan mengingatkan kita. Hal ini akan sangat efektif untuk mendorong diri kita untuk senantiasa berjuang meraih apa yang kita inginkan. Jadi,salah satu cara paling efektif untuk meraih mimpi adalah, membuat list lalu membagi-bagikannya kepada orang lain. :D

Lalu, apa yang dapat dibanggakan oleh seorang mahasiswa?
menurut kang Ferdy adalah keahlian menulis karya tulis. Mengapa? Karena dengan menulis sebuah karya tulis kita telah dituntut untuk dapat melakukan 4 hal sekaligus. Apa itu? Satu, kemampuan menemukan masalah yang tidak dapat dilihat orang lain. Dua, kemampuan menemukan solusi. Tiga, kemampuan menuliskan ide yang dimiliki (dalam sebuah karya tulis). Dan yang keempat, kemampuan mempresentasikan idenya atau karya tulisnya. Dengan bekal 4 kemampuan tersebut, kita tidak akan merasa sulit dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nanti pada saat bekerja. Mengapa? Kita sudah terbiasa kritis dalam melihat suatu masalah dan bisa memberi solusinya. Kemudian kemampuan menulis kita telah terlatih karena terbiasa membuat sebuah karya tulis. Lalu mental kita juga telah terasah, sehingga tidak ’kagok’ lagi bila diminta untuk presentasi di depan banyak orang.

Seperti kata kang Ferdy, DENGAN PUNYA BANYAK SOFTKILL, MEMBUAT HIDUP INI LEBIH INDAH. ;D

Sip, itulah beberapa hal yang bisa saya dapatkan dari kang Ferdy. Arigatou kang, anda telah berhasil memotivasi diri saya agar dapat menjadi manusia super seperti anda, atau malah bisa lebih hebat? Who knows J *aamiin*


Senin, 05 Desember 2011

Robert T. Kiyosaki : "Bisnis pemasaran jaringan, tak sekedar mencari uang"

RICH DAD’S
THE BUSINESS SCHOOL
FOR PEOPLE WHO LIKE HELPING PEOPLE
DELAPAN NILAI TERSEMBUNYI DARI BISNIS PEMASARAN JARINGAN, SELAIN MEMPEROLEH UANG

Pengarang            : ROBERT T. KIYOSAKI

Kategori                : Non Fiksi

Jumlah halaman   : x + 143 halaman









For people who like helping people?

Ya, buku ini akan mengajarkan apa yang lebih penting dari sebuah bisnis selain menghasilkan uang.
Yaitu dengan membantu orang lain dan diri sendiri dalam bisnis dengan membangun ‘jaringan’.

Mengapa begitu?

Karena dalam membentuk jaringan, bukan berdasarkan berapa besar uang yang bisa ditawarkan calon partner untuk dapat bergabung bersama kita, melainkan berapa besar waktu yang dapat ia jaminkan kepada kita untuk bekerja.

Sehingga,orang yangtak punya uang pun dapat bergabung dengan kita.
Dengan kata lain, kita membantu orang lain untuk kaya.
Dan dengan membantu orang lain untuk kaya, tak terasa bisinis kita pun akan semakin tumbuh dan kita pun akan menjadi kaya.
Maka dari itu, bekerja dalam jaringan sangatlah penting dalam berbisnis.

Seperti yang Robert T. Kiyosaki katakan,
Ayah kaya saya mengajari saya bawa salah satu kata paling berpengaruh dalam dunia bisnis adalaha ‘jaringan’. Dia berkata,”Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan,orang-orang lain mencari pekerjaan. Kamu boleh memiliki ide atau produk terhebat, tetapi hanya akan sukses kalau kamu mempunyai jaringan untuk memberi tahu orang tentangnya dan jaringan distribusi untuk menjualnya”.

Robert menguraikan empat macam orang yang terdapat dalam dunia bisnis dan perbesaan nilai inti mereka.



E singkatan dari ‘Employee’ (karyawan).
S singkatan dari ‘Self-employee’(orang yang bekerja sendiri) atau ‘Small Business owner’ (pengusaha kecil).
B singkatan dari “Business Owner’ (pengusaha, pemilik bisnis).
I singkatan dari “Investor” (pemodal).
Keempat kuadran ini mewakili cara orang memperoleh uang.

Dalam bahasan kuadran, Robert menunjukkan bahwa sisi kiri kuadran, karyawan dan orang yang bekerja sendiri mewakili cara mendapatkan uang sendirian, sebagai pribadi. Artinya, potensi penghasilannya terbatas, terbatas pada kemampuan mereka sendiri dan waktu pribadi mereka untuk bekerja. 

Namun, orang-orang sukses di sisi kanan kuadran bekerja dalam tim. Mereka membentuk jaringan untuk mencapai kesuksesan.potensi penghasilannya tidak terbatas karena didasarkan pada waktu orang lain dan uang orang lain yang bekerja untuk mereka. 

Disini telah jelas, bahwa dengan membentuk jaringan, penghasilan kita tidak akan terbatas. Karena kita bekerja bersama-sama sebagai satu tim, jadi tolak ukur penghasilannya juga sebagai tenaga satu tim.  

Maka dari itu, seperti yang dikatakan Robert,
’Kunci menuju kesuksesan finansial anda mungkin dengan menemukan atau membangun jaringan’.

Saya juga berpendapat sama dengan Robert.
Dalam berbisnis, koneksi ataupun jaringan sangatlah penting untuk mengembangkan bisnis.
Sebaik apapun produk yang ditawarkan, tidak akan berkembang tanpa adanya orang-orang yang membantu memberi tahu tentang produk tersebut. Orang-orang itu juga dapat membantu dan memikirkan bagaimanakah usaha kita bisa semakin berkembang. Sehingga usaha yang dilakukan dan hasil yang diterima menjadi berlipat-lipat dibandingkan dengan bekerja sendiri.

So, ingin tahu lebih jauh tentang jaringan dalam bisnis??
Monggo dibaca buku karangan Robert T. Kiyosaki ini. :D