Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Senin, 19 Desember 2011

Manajemen Waktu, seperti apakah?

Saat aku sedang asyik membaca buku mentoring dari JMMI, ada suatu bacaan yang menarik tentang manajemen waktu.

Begini isi bacaannya.
“Suatu hari, seorang ahli manajemen waktu berbicara di depan sekelompok mahasiswa dan ia menggunakan ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan para mahasiswa. Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut lebar dan meletakkannya di atas meja. Dia keluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan, kemudian dia letakkan dengan hati-hati batu-batu tersebut ke dalam toples. Ketika batu itu sudah memenuhi sehingga tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk kedalammnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”. Semua mahasiswa serentak menjawab ,”Sudah”. Dia kembali bertanya , “Benarkah?”.
Dari bawah meja dia raih sekeranjang kerikil, lalu dimasukkan kerikil-kerikil tersebut ke dalam toples samnil diguncang-guncangkan hingga mendapat tempat di antara celah batu-batu itu. Kembali ia bertanya pada para mahasiswa, “Apakah toples ini sudah penuh?”. Kali ini para mahasiswa hanya tertegun. “Mungkin belum”, salah seorang mahasiswa menjawab. “Bagus!”, jawabnya.
Kembali dia meraih  ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.dia masukkan pasir itu ke dalam toplesdan pasir itu dengan mudah memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan batu. Sekali lagi dia bertanya“Apakah toples ini sudah penuh?”. “Belum” serentak para mahasiswa menjawab. Selanjutnya dia mengambil sebotol air dan menyiramkannya ke dalam toples hingga toples terisi penuh.”

Lalu, apa maksud dari ilustrasi ini?
Kita harus pintar-pintar menyusun jadwalkah? Atau harus pintar-pintar menyisipkan jadwal lain pada jadwal kita yang sudah penuh? Mungkin jawaban-jawaban tersebut memang benar, namun bukan itu maksud sesungguhnya.

Lalu apa?
Jika tidak meletakkan batu besar itu sebagai yang pertama, kita tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali. Jika kita ibaratkan batu besar adalah prioritas dalam hidup kita, sedangkan pasir, kerikil dan air adalah selingannya. Jika mendahulukan hal-hal kecil (selingan) dalam waktumu maka kau hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil. Kamu tidak akan memiliki waktu berharga yang kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidup.

Jadi, selalu lakukan dan perhatikanlah batu-batu besar dalam hidup kita. Jika kita terlalu asyik memasukkan hal-hal yang lebih kecil dalam tabung waktu kita dan lupa untuk memasukkan semua batu-batu besar yang harusnya sudah ada terlebih dahulu, maka kita tidak akan bisa mengefektifkan dan mengefesienkan waktu kita. Mengapa? Waktu yang harusnya bisa gunakan untuk membaut hal-hal yang besar kita gunakan hanya untuk bersenang-senang dengan hal kecil.

Kalau memang perlu, kurangi porsi hal-hal kecil agar hal-hal besar bisa kita capai dalam hidup ini. Karena jika memang kita ingin sukses, kita harus bisa fokus untuk bisa mencapai hal-hal besar dalam hidup. Ingin bisa menjadi manusia sebaik-baiknya manusia kan? Maka, aturlah hidup kita. Jangan sampai ada hal-hal besar yang kita tunda untuk melakukan hal kecil yang kurang berguna.

12 commentbeats:

dewi mengatakan...

aku juga suka cerita dari buku mentoring, bagus2
tau yang ceritanya bilal nggak? hhmmm, nangis aku bacanya..

oh ya, salam kenal, aku dewi dari statistika
maaf g bs share blog, g punya blog sih..hihi

zwharei mengatakan...

wah, sudah ada yang mengomen..hoho

halo dewiii,
maba jugakah??

yap, haduh. jauh kalo dibandingin sama apa yang sudah aku lakukan buat Islam..hiks
tau yang ahli ibadah kagak??? itu juga bagus, ngrasa kesindir banget aku wi..haha

btw, gmn nih manajemen waktunya? sudah seperti sang profesorkah? :D

dewi mengatakan...

iya, aku maba kok sari
jadi nyante ja
:)

wah, yang halaman berapa ya?
ntar tak cari deh

hmmh... sebagian udah sebagian belum
hihihi

MINORITY VOICES mengatakan...

niceee...

zwharei mengatakan...

wahahah..kok bisa nyasar kesini dew? tapi bagus sih,sering2 aja ya..:P

buku mentoringnya sama ya? hal.37 dew..baca deh, keren abis

ayo dimaksimalkan lagiii..
tentukan prioritas utama dalam hidupmu :)

zwharei mengatakan...

wah, ada haris :)

Rizal Aditya (Ableh) mengatakan...

males baca sar -,-" numpang komen aja ya hehe :p thx uda komen blog ku (blak blakan aja) wkwk

zwharei mengatakan...

ngoook -..- dasar ableh..haha
okeoke, tengkyu udah mampir,sering2 ya :)

Eka Novita Sari mengatakan...

hmmm jadi maba... blm maksimal manajemen waktu ini....
butuh perjuangan yang keras...

Iqbal Wardani mengatakan...

hai sari :)
nice blog. . .
follow ya

zwharei mengatakan...

tak masalah ka, walaupun masih maba kta harus tetap berupaya bisa memanajemen waktu dengan baik, dan tetap optimis kita pasti bisa :)

zwharei mengatakan...

eehhh..ada teman SMA
haha
halo iqbal, lama tak jumpo :)

makasiihh,
sip, laksanakan :D

Posting Komentar